Perbedaan Di Takuti & Di Segani

image

Sebagai pengusaha, terkadang dihadapkan dengan berbagai masalah, salah satunya adalah manajemen sumber daya manusia (SDM). Pegawai atau karyawan biasanya ingin merasa nyaman dalam bekerja dengan parameter yang bermacam-macam. Salah satunya adalah mereka akan melihat seperti apa pemilik usaha tempat mereka bekerja.Beberapa pemilik usaha mungkin lebih senang untuk menjadi orang yang ditakuti oleh karyawannya, sebagian lagi memilih ingin disegani oleh karyawannya. Masing-masing memiliki alasan. Tapi apa pendapat para karyawan secara umum ? Menurut kami pribadi, mungkin akan lebih enak buat semua pihak kalau pemilik usaha masuk ke dalam “pemimpin yang disegani”. Alasan kami antara lain:
1. Kalau ditakuti, maka yang timbul adalah karyawan lebih banyak berkeluh kesah tentang kekurangan pemilik usaha, sedangkan kalau disegani, maka karyawan akan lebih banyak membicarakan kelebihan sang pemilik usaha.
2. Biasanya, karyawan akan lebih terpompa semangat kerjanya jika diberikan motivasi oleh pemilik usaha yang disegani.
3. Biasanya karyawan akan merasa harus membereskan pekerjaannya melebihi yang ditargetkan pemilik usaha yang disegani, tapi kalau pemilik usaha ditakuti, karyawan merasa terpaksa membereskan pekerja sesuai target.
4. dan masih banyak lagi…Salah satu kawan kami,Astrilia Danusuwito, Pemilik “Astrilia Management” (Sebuah Event Organizer, salah satu unit UsahaPT Astrilia Jaya Mandiri), berpendapat:”So far sih karyawan gwe sayang dan hormat juga segan, mereka bebas kasih input ide, kreatifitas dllor kadang konseling pribadi. Semua tergantung kitanya juga sih, mau sok nge bos atau merangkul mereka menjadi sebuah kesatuan dimana owner sebagai intinya. Buat gwe pribadi: Work hard, be determined and surround myself with positive people that will support me. (AMG Team)”Mendengar pendapatnya tersebut, memang tidak heran kalau usahanya terus berkembang, hingga saat ini beliau telah memiliki lebih dari 20 orang karyawan sebagai “crew” plus sekitar 8 orang drivers.Buat kawan-kawan yang lain mungkin punya pendapat lain….semuanya sah-sah saja…hasilnya silahkan dibuktikan sendiri…yang pasti ada tambahan satu hal lagi yang terpenting dalam mengelola SDM, yaitu “Leadership” atau “Jiwa Kepemimpinan”. Seorang pengusaha nasional,Ibu Mooryati Soedibyopun berpendapat:”Dibolak-balik, tetap leadership penting untuk suksesnya mengelola team dalam menjalankan bisnis, apalagi untuk generasi kedua”. (dikutip dari acara “Sang Guru” di Bloomberg TV).
Semoga Berguna…!!

Posted from WordPress for Priyo Nuswantoro

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s