Kemaraunya Sebuah Hati

dan,ketika hujan tak lagi membasahi palung bumi,
sanggupkah engkau hidup dalam kemarau yang abadi,
tanah yang miris teriris oleh panasnya matahari
menjadi debu dan terbang dalam angin kemarau yang sendu
bisakah jasadmu memakan humus-humus kerontang yang tak dapat lagi dicerna oleh batang tubuh yang kurus lagi dan lagi
satu per satu
kau pun akan menjadi waktu yang siap diputar untuk ditinggalkan karena tak mungkin kau panggil penghujan
dia telah tumbuh menjadi badai, berhembus dalam liarnya kehidupan jika aku tiada kelak
membawa bayang-bayangku menembus 6 lapisan langit
rindukah engkau dengan segala rasa yang telah aku hidupkan dalam hujan yang menghilang adakah membekas dihatimu, sahabat.
tak sadarkah, kemarau telah melenyapkanku
karena ketiadaan kesejukan
aku nestapa dan musnah diterpa kebodohanku sendiri
sahabat, kasih ini begitu begitu sulit didapat, disinggahi ruang-ruangnya walau aku telah melewati kemarau..

-Priyo Nuswantoro-
 Dikirim menggunakan Cyber W@p https://priyocyber.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s